Amye's Dream Kingdom

  • HOME
  • LIFE and ADVENTURE
  • MUSIC
  • FIKSI
  • EDUCATION

Jumat, 05 Agustus 2016

Senapan Angin

 Dimi     01.20     No comments   



Seperti yang sudah aku ceritakan berkali-kali dalam tulisan sebelumnya. Aku ternyata telah menjatuhkan hatiku. Sungguh jarang sekali aku memutuskan perasaanku terlalu cepat setelah sebelumnya aku merasa teramat sakit. Tapi kali ini hatiku sudah benar-benar jatuh. Aku selalu berharap rasa ini hanyalah mimpi agar aku mampu melupakan semua kejadian terdahulu. Namun aku tak pernah bangun. Aku tetap terperangkap dalam mimpi itu.

Aku mungkin tak seperti kamu. Bahkan kita sangat jauh berbeda. Kamu tak pernah tau tentangku. Namun aku tau sedikitnya tentang kamu tanpa kamu ketahui. Bahkan aku tau seorang yang pernah kamu suka. Sakit memang saat aku tau. Rasa minderku semakin menggunung. Padahal aku kecil. Aku merasa terkucilkan, oleh segala ketakutanku sendiri. Bagaimana tidak? Aku rasa dia jauh lebih cantik. Menarik dan cerdas. Aku tak ada apa-apanya J.

Cintaku, Aku rasa masih saja jalan ditempat dan mungkin akan berakhir sebelum sempat memulai. Atau bahkan seperti ini, biarkan aku menikmati segalamu sesambil berjalan mundur. Disetiap langkah pelanku yang penuh kehati-hatian, kau ada. Selalu. Biarpun menjauh, kurasa itu lebih baik daripada memaksamu mengakui, aku.

Kamu tau? Rona matamu itu tajam, layaknya senapan angin “duuaaaarrrr” menembus tebal rusuk-ku, dan menancap. Hatiku korbannya. Sayangnya, senapan yang menancap itu hanya sebatas senapan anginmu.
Meski begitu aku akan menunggu hingga pelurumu benar-benar tertembak. Tidak hanya angin. Seharusnya.

Mungkin sampai aku benar-benar lelah, sampai tau-tau kau tidak lagi dihadapanku.
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Aku Mulai Berlabuh

 Dimi     00.52     No comments   


Aku yang tak pernah berhenti. Aku begitu malu tuk bersikap. Aku mulai berani. Mengajakmu. Menghubungimu. Meski hanya sebatas balasan singkat yang kau berikan padaku.

Tak hanya dalam diam. Kini hatiku mulai berlabuh. Mengikuti setiap derap kakimu melangkah. Berusaha mencari setitik kasih. Mencari celah di hatimu. Mencari ruang untuk aku singgahi. Namun belum jua kutemui tempatku di hatimu. Meski pada akhirnya tak ada yang bisa memaksa. Sekalipun aku memilih untuk bersamamu. Tapi hatimu tak bisa dipaksa oleh apapun. Siapapun. Karna hanya hati yang paling jujur. Tidak dengan mulut.

Namun tak pernah kubiarkan hatiku berhenti berlabuh. Dia masih terus mencari secercah harapan. Mimpi. Kenyataan. Meski aku hanya bisa berharap, aku senang melakukannya. Karenamu aku bisa lebih banyak bermimpi. Menaruh harapanku tinggi-tinggi. Jauh ke langit sana.


Saat rindu mulai mendera jiwaku. Aku mulai melabuhkan rinduku padaNya. Berharap Dia membisikkannya padamu.
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg
Postingan Lama Beranda

Popular Posts

  • I am Your Admirer
    Bermula dari tatap kini aku ingin mengisi sebagian hidupku dengan menulis. Menuliskan tentangku, tentang perasaanku yang tak pernah sam...
  • Pertama Kali
    Disana di ujung lorong ruangan sempit, pandanganku terfokus pada sosok yang tengah berjalan lurus ke arahku. Tidak, lebih tepatnya ...
  • Aku Mencintai
    Mencintai. Rasanya kata itu sudah tidak asing lagi. Aku yakin, setiap orang pasti pernah merasakannya. Usiaku kini 21. Dulu aku pernah me...

Recent Posts

Unordered List

Pages

  • Beranda

Text Widget

Blog Archive

  • ▼  2016 (9)
    • ▼  Agustus (2)
      • Senapan Angin
      • Aku Mulai Berlabuh
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2015 (3)
    • ►  November (3)

Sample Text

Copyright © Amye's Dream Kingdom | Powered by Blogger
Design by Hardeep Asrani | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates